Kepemimpinan dan Manajemen

Manajemen bisa diartikan ‘mencapai tujuan melalui tangan orang lain‘. Dari batasan tersebut diperoleh Tiga Pokok Manajemen, yaitu ‘mencapai’ yang dipahami sebagai sebuah proses, kemudian ‘tujuan’ yang jelas merupakan cita-cita dari suatu tim manajemen, dan ‘orang lain’ yang merupakan bagian terpenting dari keseluruhan konsep manajemen.

Dalam beberapa konsep manajemen yang dikenal luas sekarang, ketiga hal itu tidak mendapat porsi perhatian secara berimbang dan terpadu. Sehingga wajar saja apabila sesuatu yang dalam tataran konsep manajemennya saja tidak mendapat perhatian, maka tidak akan pernah terwujud pula dalam praktiknya.

Sebagian konsep manajemen hanya fokus pada tujuan, MBO (Management By Objective). Dan sebagian yang lain hanya fokus kepada cara mengatur dan mengarahkan (proses), MBD (Management By Drive). Itulah dua contoh wacana manajemen yang sudah sangat populer. Sejalan dengan perkembangan jaman konsep manajemenpun terus berkembang menyempurnakan diri dari hari ke hari. Oleh sebab itu konsep diatas tidak dapat disebut sebagai konsep sempurna dalam manajemen. Bagaimana memadukan Tiga Pokok Manajemen dalam praktek manajemen sebenarnya?. Setiap manusia adalah pemimpin. Saat seorang pekerja masuk pada hari pertama dan bertemu dengan Sang Manajer (yaitu anda) untuk mendapat pengarahan berkenaan dengan tugas dan tanggungjawabnya selaku pekerja yang langsung berada dibawah supervisi anda, akan menentukan atmosfir hubungan kerja selanjutnya. Diawali dari kesadaran Anda sebagai Sang Manajer, bahwa karyawan baru dihadapan anda itu ‘seorang pemimpin, orang yang berpotensi dalam kepemimpinan’ maka anda harus mempercayainya sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan. Orang yang merasa nyaman terhadap dirinya sendiri akan memberikan hasil yang baik.

Kepemimpinan bukanlah manajemen. Manajemen adalah fokus garis dasar : Bagaimana daya dapat paling baik mencapai hal tertentu? Kepemimpinan berurusan dengan garis puncak: Apa saja yang ingin saya capai? Dalam kata-kata Peter Drucker dan Warren Bennis: “Manajemen adalah mengerjakan segalanya dengan benar; kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar”. Manajemen adalah efisiensi menaiki tangga keberhasilan; kepemimpinan menentukan apakah tangganya bersandar pada dinding yang benar. Sekelompok produsen menerobos jalan hutan, menebasnya hingga bersih dengan parang. Mereka adalah produsen, pemecah masalah. Para Manajer dibelakang mereka, mengasah parang mereka, menulis kebijakan dan manual prosedur dan program kompensasi untuk para pemakai parang. Pemimpinnya adalah orang yang menaiki pohon tertinggi, menyurvai seluruh situasinya, dan berseru, “hutan yang keliru”. Keefektifan tidak bergantung semata pada berapa banyak usaha yang telah kita kerahkan, tetapi pada apakah usaha yang kita kerahkan itu berada di dalam tempat yang benar atau tidak. Dan metamorfosis yang terjadi didalam kebanyakan industri menuntut kepemimpinan lebih dulu kemudian baru manajemen. Manajemen yang efisien tanpa kepemimpinan yang efektif adalah ‘seperti meluruskan kursi-kursi geladak diatas Titanic’. Tidak ada keberhasilan manajemen yang dapat mengimbangi kegagalan dalam kepemimpinan. Akan tetapi, kepemimpinan sulit dijalankan karena kita sering terperangkap di dalam paradigma manajemen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: